Membuat tes kecil pada anak memang sangatlah penting. Namun apabila terlalu sering dilakukan, yang ada hanya akan membuat anak merasa jenuh dan malas untuk mengulangnya. Anda bisa melakukan tes kecil pada anak dan membahas tentang hruf atau kata yang pernah Anda ajarkan. Jika Anak salah mengucapkan, buatlah anak mengerti dengan memberikan bentuk huruf atau angka yang membuat anak tertarik dan ikut mengucapkan kata tersebut.

Jadi saya, si ibu pemula yang over-eager, langsung belanja berbagai buku belajar membaca untuk anak balita, dan mulai ngajarin Aira yang waktu itu umur 4 tahun untuk belajar membaca. Gimana hasilnya? Total failure. Aira gak tertarik sama sekali, harus dibujuk setengah dipaksa. Saya yang memang dasarnya nggak sabaran jadi kesal, ujungnya marah. Jadi beberapa sesi belajar membaca yang kami lakukan biasanya diakhiri dengan tangisan. Jadi saya berhenti. Saya ingat zaman saya kecil belajar membaca sama Mama saya, saya bawaannya stres, jadi bukannya bisa, malah tambah salah yang dibaca. Rasanya gak enak, jadi pasti Aira juga ngerasa gak enak.
Hindari membacakan kalimat yang panjang dan sulit dimengeri anak. Bila anak Anda tidak paham dengan alur cerita, maka gunakan bahasa sehari-hari yang lebih mudah dimengerti. Orang tua tidak harus mencoba menguji kemampuan membaca anak atau memaksa anak untuk membaca materi yang sebenarnya dia tidak siap. Orang tua sebaiknya fokus untuk menikmati cerita dan berbicara dengan si anak mengenai informasi atau cerita dalam buku.
Lalu, entah mulai kapan, Aira bisa membaca. Anak ini memang autopilot. Di SD Aira gak mengalami kesulitan sama sekali. Nilainya bagus. Saya gak perlu men-drill atau dikte soal-soal ketika ia mau ulangan, Aira baca sendiri bahan-bahannya di buku. Tidak ada pressure ketika belajar, tambah tinggi tingkat kelasnya, tambah baik nilai Aira. Aira suka membaca, ini yang memudahkan dia dalam belajar. Dia nggak keberatan atau kesulitan ketika membaca buku cetak atau catatan, atau mengerjakan tugas.
Jangan emosi ketika mengetahui anak belum juga bisa membaca. Ini bukan kesalahan anak 100%. Pada dasarnya, anak-anak usia 3 – 7 tahun memang belum waktunya untuk mahir membaca. Akan tetapi, sistem di sekolah sudah mengharuskan anak untuk bisa belajar saat masuk SD. Mau tidak mau, anak harus diajari membaca sejak dini agar bisa mengikuti pelajaran di sekolah. Terus biasakan anak untuk pelan-pelan belajar membaca. Jangan dengan emosi, tetapi dengan perhatian khusus.
Ingat, orangtua adalah contoh teladan bagi anak. Jika orangtuanya hobi membaca, otomatis anak akan termotivasi untuk suka membaca. Tak peduli anak belum lancar membaca, jadikan membaca menjadi salah satu aktivitas hariannya. Tentu saja dalam hal ini bukan membaca gadget ya moms, tapi membaca buku atau tulisan cetak seperti majalah, koran, atau komik.
DokterSehat.Com– Membaca merupakan salah satu fungsi tertinggi otak manusia dari semua makhluk hidup di dunia ini, cuma manusia yang dapat membaca. Membaca merupakan fungsi yang paling penting dalam hidup dan dapat dikatakan bahwa semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca. Anak-anak dapat membaca sebuah kata ketika usia mereka satu tahun, sebuah kalimat ketika berusia dua tahun, dan sebuah buku ketika berusia tiga tahun dan mereka menyukainya.
Ajari anak Anda membaca dengan fonem eksplisit. Biasanya, anak diajari mengenal kata berdasarkan ukuran, huruf awal dan akhir, dan bunyi umum kata tersebut. Umumnya, anak diajari untuk mengenali kata berdasarkan ukurannya, huruf awal dan akhirnya, dan bunyi umumnya. Hal ini dikenal dengan fonem implisit, mengajarkan diawali dari kata secara keseluruhan kemudian baru bagian-bagiannya. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kosakata yang dapat dibaca naik secara dramatis (dari 900 kata hingga 30000 kata saat kelas tiga SD) jika pengajaran membaca dilakukan sebaliknya: memecah kata dari bagian terkecil, dan membangunnya hingga terbentuk sebuah kata, atau fonem eksplisit. Bantulah anak Anda mulai membaca dengan membantunya membaca setiap huruf tanpa melihat keseluruhan kata terlebih dahulu.

Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menyerap pelajaran yang ia dapatkan. Tidak semua anak bisa menangkap pelajarannya dengan mudah. Ada anak yang membutuhkan usaha lebih keras untuk bisa mengerti dan memahami pelajaran. Kita juga tidak bisa memaksa anak untuk harus mengerti dan paham dengan cepat seperti anak-anak lain yang terbilang cerdas dalam belajar. Kita harus memahami bahwa karakteristik dan kemampuan belajar tiap anak tidaklah sama.
English: Teach Your Child to Read, Español: enseñar a un niño a leer, Português: Ensinar Seu Filho a Ler, Italiano: Insegnare a Leggere a Tuo Figlio, Deutsch: Deinem Kind das Lesen beibringen, Français: apprendre à lire à votre enfant, Nederlands: Je kind leren lezen, Русский: научить ребенка читать, Čeština: Jak naučit dítě číst, العربية: تعليم طفلك القراءة
Lalu, entah mulai kapan, Aira bisa membaca. Anak ini memang autopilot. Di SD Aira gak mengalami kesulitan sama sekali. Nilainya bagus. Saya gak perlu men-drill atau dikte soal-soal ketika ia mau ulangan, Aira baca sendiri bahan-bahannya di buku. Tidak ada pressure ketika belajar, tambah tinggi tingkat kelasnya, tambah baik nilai Aira. Aira suka membaca, ini yang memudahkan dia dalam belajar. Dia nggak keberatan atau kesulitan ketika membaca buku cetak atau catatan, atau mengerjakan tugas.

Lulusan S1/S2 Teknik UI yang mengkhususkan diri mengembangkan Terapi Akademik Metode Rumah TCare untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Terapi Akademik bisa untuk anak Autis, ADHD, ADD, Hiperaktif, Asperger, Sindrom Down, Cerebral Palsy, Disleksia, Diskalkulia, Disgrafia dan lainnya. Modul terapi dari mewarnai, menulis, membaca, berhitung dasar, bahasa, matematika. Dari anak PG s/d SMA.
Siapkan beberapa butir kacang hijau dan kacang kedelai. Juga dua buah gelas air mineral bekas, beri label pada masing-masing gelas plastik. Satu untuk kacang hijau, satu lagi untuk kacang kedelai. Ajak si kecil untuk memisahkan butiran kacang hijau dan kacang kedelai dan memasukkan ke tempat yang sudah disiapkan. Beri reward jika si kecil dapat dengan sabar dan teliti memisahkan kedunya. Bisa juga digunakan butiran yang lebih besar, misalkan kelereng. 
Agar anak mau belajar, prosesnya harus menyenangkan. Jika anak belum mau jangan dipaksa tapi dialihkan, caranya ajak anak melakukan kegiatan yang disukai. Misalnya Ibu ingin melatih anak agar mau menulis, Ibu bisa mengajak anak mewarnai gambar/karakter kesukaan anak, misalnya anak suka Tayo nah Ibu bisa mengajak anak mewarnai gambar tayo sambil Ibu bernyanyi lagu tayo agar anak semakin tertarik.

Rumah adalah surga bagi anak-anak. Di sanalah anak-anak memiliki ketenangan dan rasa nyaman. Tentu mengajari anak membaca di rumah adalah cara yang paling efektif dan menyenangkan. Mengingat itu bisa dilakukan setiap waktu. Tapi kalau caranya monoton dan biasa-biasa saja, anak bukanya cepat bisa membaca. Malah yang ada anak bakal cepat bosan dan tidak mau belajar. Nah, berikut beberapa cara mengajari anak membaca agar cepat bisa dan menyenangkan:


Anda bisa melatih anak sejak dini untuk belajar membaca, agar kedepannya anak akan lebih mudah untuk membaca dan dilanjutkan dengan menulis. Jangan jadikan umur anak yang masih terlalu kecil, lantas Anda berpikir bahwa Anak belum saatnya untuk membaca dan menyerap ilmu. Anak dapat diajari membaca dan mengerti akan hurf atau kata apabila Anda tahu Cara mengajari anak belajar membaca secara tepat.
Salam..saya guna kaedah ni sejak anak sulung, skrg anak saya dah 8 org, semua anak kecuali yg last ( 1 bulan ), guna kaedah ni. yg sulung dah 19 thn. Alhamdulillah, semua menjadi dengan kaedah ni kerana saya memang target sebelum naik djh satu, anak dah kuasai membaca. yg pasti, dengan bacaan English pun xdak masalah. Cuma satu saya nak tanya, Kaedah ni guna teori pembelajaran apa ya? Boleh saya buat panduan utk assignment kerana saya sangat bermminat dengan kaedah ni. Tq atas apa2 info yg diberikan.
Pilihlah salah satu salawat yang kalian sukai. Namun Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs merekomendasikan kepada mereka yang datang kepadanya untuk membaca Salawat Tunjina : Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin, shalaatan tunjiina bihaa min jamii’il ahwaali wal aafaat, wataqdhi lanaa bihaa jamii ’al haajat, wa tuthahhirunaa bihaa min jamii-is-sayyi-at, wa tarfa’una bihaa ‘indaka a’lad darajaat, wa tuballighunaa bihaa aqshal ghaayat, min jami’il khayrati fil hayaati wa ba’dal mamaat.
Bagi pemerintah, perlu kiranya memberi sanksi yang tegas kepada sekolah yang tidak mengindahkan aturan batasan pengajaran. Usia dini tidak seharusnya menguasai calistung hanya karena sekolah mengejar faktor ekonomi. Untuk itu, mulailah disadari, bahwa hak anak harus diperhatikan. Biarkanlah mereka tumbuh dan menikmati masa anak-anaknya yang sesuai dengan usianya. (ARIFAH) 
Buat pesan singkat semacam surat kecil untuk anak. Kemudian selipkan di kamarnya atau tempelkan di pintu kamarnya. Tulis kalimat singkat penuh makna misalnya "Mama sayang kamu!", "Jangan nakal ya sayang!" Dan banyak lagi. Tulis kalimat tersebut dengan spidol berwarna terang dengan ukuran huruf cukup besar. Percayalah meski belum lancar membaca, dia akan berusaha membacanya minimal dengan mengejanya.
Yang terpenting dan harus dipikirkan oleh para orangtua adalah bagaimana caranya proses belajar ini bisa terasa menyenangkan bagi anak dan anak tidak cepat bosan. Sesuatu yang menyenangkan bagi anak biasanya akan lebih mudah diterima dan dipahami oleh anak. Hindari pula untuk terlalu sering memberi tes, karena hal ini bisa saja membuat anak menjadi cepat pusing dan kehilangan mood.

Jangan khawatir tentang tata bahasa pada saat ini. Anak-anak prasekolah, taman kanak-kanak, dan tingkat pertama sangat konkret dalam cara mereka berpikir dan tidak dapat menangani konsep rumit. Hal ini tidak diperlukan pada tahap ini untuk mengajarkan mereka tentang konsonan, vokal, suara panjang dan pendek dan semacamnya. Mereka dapat belajar membaca dengan baik tanpa aturan. Pada titik ini, Anda perlu berkonsentrasi hanya pada keterampilan mekanik membaca, belajar untuk memecahkan kode kata-kata baru dan menggabungkan mereka dalam memori dan menjadikan anak anda lancar dalam membaca.

Butuh kesabaran tingkat tinggi untuk mengajarkan anak membaca, tapi jangan pernah menyerah. Jangan pula merasa sedih atau marah kalau perkembangannya tampak lebih lambat daripada anak lain usia sepantaran. Proses tumbuh kembang masing-masing anak tentu berbeda. Jangan pernah membandingkan kemampuan membaca anak Anda dengan yang lain. Bagaimanapun juga, anak Anda punya bakat dan kemampuan yang terbaik untuk dirinya sendiri.
×