Mengenai bentuk penguasaan bahasa, diperbolehkan selama anak sudah memegang satu bahasa yang sudah dikuasai. Namun, sebaiknya orangtua fokus terlebih dahulu mengajarkan anak satu bahasa utama, kemudian diperkenalkan dengan bahasa lainnya seperti bahasa Arab, Inggris, ataupun bahasa daerah. Jika memang anak belum bisa, dapat kembali berkomunikasi menggunakan bahasa ibu.
Entah faktor apa yang membuat kebanyakan dari orang kita mengaku kesusahan setiap kali mengajari anaknya untuk belajar membaca, apalagi diusia yang masih terbilang sangat dini ya. Anak-anak seumur 3-4 tahun kebanyakan lebih suka bermain daripada bermain dengan buku. Tetapi, bagi orang tua yang bisa mendisiplinkan anak-anaknya, mungkin anak akan patuh dengan apa yang diperintahkan orang tuanya. Intinya, untuk mendampingi anak itu bagaimana cara kita mengambil hatinya saja, supaya ia menuruti apa yang ingin kita ajarkan.
Setuju banget sama sharingnya, Mbak. Sy sudah 5 thn ini ngajar SD kelas 6 yg ikut UN. Kesulitan yg dihadapi murid-murid sy saat ngerjain soal2 bahasa indonesia adlh dlm membaca. Mereka tuh kebanyakan malas baca soal. Apalagi soal yg berbentuk teks atau narasi. Jd soal2 dibaca sepintas aja. Bagaimana mau mencari pokok pikiran, ide, atau gagasan dalam teks/narasi kl bacanya aja hanya sekedarnya. Belum lagi perbendaharaan kata2 yg kurang banyak. Jadi suka kesulitan kalo diminta mencari sinonim, antonim, atau mengartikan suatu kata dalam puisi. Dan itu sudah jadi gejala umum. Nggak heran, kl nilai UN bahasa Indonesia, baik tingkat SD sampai SMU paling kecil dibandingkan pelajaran lain. Saya sering tanya sama anak2 (murid), ternyata memang mereka ngga suka (ngga sering) baca buku. Jadi memang gemar baca buku itu penting banget ditumbuhkan sama anak2 kita
''Ia memang anak yang cerdas. Namun setiap anak berpeluang menjadi cerdas. Semua anak di dunia, saya yakin, dapat menerapkan metode ini,'' papar Rayment. ''Berapa dolar yang harus Anda keluarkan untuk membuat anak Anda mampu membaca di usia tiga tahun? Saya pikir itu tak perlu lagi,'' lanjutnya. Rayment optimisitis, metode belajarnya sudah akan menunjukkan hasil dalam hitungan menit.

Butuh kesabaran tingkat tinggi untuk mengajarkan anak membaca, tapi jangan pernah menyerah. Jangan pula merasa sedih atau marah kalau perkembangannya tampak lebih lambat daripada anak lain usia sepantaran. Proses tumbuh kembang masing-masing anak tentu berbeda. Jangan pernah membandingkan kemampuan membaca anak Anda dengan yang lain. Bagaimanapun juga, anak Anda punya bakat dan kemampuan yang terbaik untuk dirinya sendiri.
Ketika anak sudah mengenal beberapa huruf abjad seperti A, B, C, dst, kita bisa mulai mengenalkan anak tentang suku kata. Kenalkan suku kata yang mudah dan berurutan seperti ba bi bu be bo, ca ci cu ce co, dst. Kita bisa mengajak anak untuk menirukan setiap suku kata yang terbaca setelahnya, anak akan cenderung menghafal dan biarkan anak terbiasa dengan suku kata tersebu. Pada tahap ini, anak belum dikatakan bisa karena suku kata yang diucapkan adalah hafalan urutan nada pengucapan, setidaknya anak terbiasa dengan konsonan B-Z yang disandingkan dengan vokal a, i, u, e, o.
Gadget memberikan pengaruh yang besar dalam membuat anak menjadi pemalas. Dampak buruk bagi anak yang kecanduan gadget adalah ia menjadi malas untuk belajar atau melakukan kegiatan lainnya. Penyebab kecanduan gadget pada anak adalah karena ia telah kecanduan game atau kesenangan menonton video dari smartphone. So, biasakan untuk tidak memanjakan anak dengan gadget.
Dan untuk berhitung, anak cerdas perlu memahami konsep berhitung, bahwa satu untuk satu benda. Jadi sebelum mengajarkan anak menghitung satu-dua-tiga, ajarkan anak untuk membagikan satu benda untuk satu orang atau satu benda ke dalam satu lubang (bisa memakai congklak). Seperti disebutkan di atas, mengenali simbol – termasuk angka – baru diharapkan setelah anak berusia 4-6 tahun.
Untuk tahap selanjutnya, kita rangkaikan dua suku kata, misalnya k-u d-a. Si anak suruh membaca, tentu saja dia bisa mengucapkan ku-da. Dan dia terheran-heran tidak sadar kalau dia baru saja mengucapkan ku-da. "Kok kuda.. ma... kaya kuda ya ma tulisannya.." Ya memang, dia baru saja membaca kata kuda. dan seterusnya. Jika tahap kedua berhasil dengan baik, maka tahap ketiga ini, bukanlah tahap yang sulit bagi anak, karena pada dasarnya seperti tahap kedua. dan seterusnya, kita pastikan anak paham dan benar proses membaca pada tahap ini. Bisa kita tingkatkan, menjadi 3 suku kata, misalnya se-pa-tu dan seterusnya. Untuk variasi, bisa kita berikan beberapa rangkaian kata yang membentuk kalimat sederhana. Misalnya, sa-ya su-ka se-pa-tu. Dan si anak terheran-heran dengan apa yang barusan dia ucapkan.

Membaca merupakan ilmu yang wajib dilakukan sejak dini. Mengajarkan membaca pada Anak yang paling efektif ialah saat mereka berusia 4-5 tahun karena perkembangan otak yang mudah untuk diserap. Untuk itu diharapkan bagi orang tua agar selalu mempunyai cara kreatif dalam mengajari anak membaca, khususnya untuk anak-anak TK. Berikut tips tips yang akan diberikan:

SemuaBedah dan AnestesiGigi dan MulutKankerKesehatan MataPenyakit A-ZPenyakit BerbahayaPenyakit DalamAlergiHematologiPenyakit DarahPenyakit GinjalPenyakit HatiPenyakit HormonalPenyakit InfeksiPenyakit JantungPenyakit ParuPenyakit PerutReumatologiPenyakit KelaminPenyakit KulitPenyakit LainnyaPenyakit MetabolikPenyakit Otot & Postur TubuhPenyakit PencernaanPenyakit TulangPenyakit TurunanSyaraf dan KejiwaanTelinga Hidung Tenggorokan
Metode ini tidak mengajarkan anak untuk membaca sebuah kata, tetapi mengajarkan membaca rangkaian huruf. Kita tidak mengajarkan untuk membaca kata "kuda", tetapi mengajarkan bagaimana membaca jika huruf s dirangkai dengen huruf u, s-u, kemudian di baca "su". Setelah anak mengerti dan hafal semua karakter huruf latin, bagaimana mengucapkannya, lama-lama anak akan belajar sebuah kesistematisan pembacaan, rangkaian huruf-huruf, terutama huruf konsonan yang dirangkai huruf vokal. Tepatnya, kemudian kita melatih secara perlahan-lahan, pembacaan rangkaian huruf, contoh  :

Walau bagaimana pun ada lagi guru-guru tadika yang mengajar Bacalah Anakku style zaman dolu(Penulis buku tak pernah say 'Yes' to this style). Cikgu panggil kanak-kanak one at a time untuk diajar , mungkin selama 5 minit sementara pelajar lain naik sheikh!! Cikgu oh cikgu, this is NOT teaching. Mungkinkah cikgu ni belum ikut kursus mengajar Bacalah Anakku? Atau mungkin terlalu selesa dengan style lama? Atau mungkin tak reti mengajar?
Cara mengajari anak membaca dengan menyenangkan berikutnya tentu melibatkan anak dalam cerita yang kamu baca. Walau anak belum bisa membaca, begitu ia kamu libatkan dalam cerita yang sedang kamu baca. Maka ia akan tertarik dan antusias untuk mengetahuinya. Ajarkan cara membaca sedikit demi sedikit menggunakan cerita tersenut. Masa Kanak-kanan adalah masa terbaik untuk menerima pembelajaran.
Alangkah baiknya Bunda menunda terlebih dulu untuk melatih anak dengan huruf dan abjad, lebih bagus pakai komponen terkecil dari huruf yakni kata-kata. Sebuah kata termasuk hal konkrit, serta juga huruf merupakan abstrak, anak akan gampang apabila dilatih dengan hal hal konkrit terutama bukan sesuatu yang abstrak yang akan membuatnya amat keras berpikir.
Seperti yang telah kami katakan dalam kutbah Jumat yang lalu, ketika seorang murid bertanya kepada Syaikh untuk mengijinkan dia untuk dapat melihat Anwarullah, Kebesaran Nabi Muhamad (saw), dan kemudian dia dapat melihatnya. Tetapi karena murid itu tidak bisa menjaga amanah itu, untuk menyimpan hanya pada dirinya sendiri, dan kemudian dia menceritakan kepada kepada teman-temannya, sehingga mereka menuduhnya kafir dan sesat sehingga mereka membunuhnya, ini seperti apa yang terjadi kepada Syaikh Muhyidin ibn 'Arabi qs, mereka membunuhnya.
Wslm MaMa iRis's stories. If ank dah mula diajar mbaca guna phonics at 3, insyaAllah biasanya by 5 dia dah lancar. So by the time dia masuk Tahun 1, dia dak jadi expert reader, speller, writer, Most probably dia akan masuk kelas yang tak perlu bljr membaca lagi dan tak akan keliru atau terjejas bacaannya. Just make sure cikgu ajar kaedah fonik yang betul.

Ah lega banget baca artikel ini,anak saya hampir 5 tahun belum bisa membaca meskipun sudah hafal sebagian besar alfabet. Anak2 lain di sekolahnya kebanyakan lebih advance dalam hal membaca. Tapi anakku punya keterampillan lebih di bidang lain. Emang harus sabar dan gak maksa ya, bener2 sama kyk pengalamanku, gag sabaran dan panikan hehe nice sharing mom
Menggunting gambar-gambar yang ada di majalah bekas. Atau buatlah outline sebuah gambar yang sederhana dengan ukuran yang agak besar. Misalkan bentuk segitiga, kotak, atau lingkaran. Kemudian mintalah si kecil untuk menggunting mengikuti garis luar gambar tersebut. Setelah digunting, berikan pensil warna pada si kecil dan ajaklah ia untuk sama-sama mewarnai hasil guntingannya. Dengan cara itu, tangan si kecil akan terlatih untuk memegang pensil, dan pada saat belajar menggunting, koordinasi tangan dan matanya juga ikut dilatih.
Yang terpenting dan harus dipikirkan oleh para orangtua adalah bagaimana caranya proses belajar ini bisa terasa menyenangkan bagi anak dan anak tidak cepat bosan. Sesuatu yang menyenangkan bagi anak biasanya akan lebih mudah diterima dan dipahami oleh anak. Hindari pula untuk terlalu sering memberi tes, karena hal ini bisa saja membuat anak menjadi cepat pusing dan kehilangan mood.
Peran guru (prasekolah) adalah memperkenalkan sesuatu kepada anak dan menjadi jembatan. Hal ini mengingat, bahwa usia prasekolah tahap berfikirnya adalah tahap konkrit, dimana segala sesuatu itu harus ada contohnya. Misalnya, memberi contoh kerapihan, cara menyusun buku, membereskan mainan, dan lain sebagainya. Selain itu, guru juga perlu memahami usia perkembangan anak sebagai pedoman untuk membuat kurikulum.

Cara cepat belajar membaca dan menulis untuk anak yang terakhir adalah dengan melakukan proses pembelajaran ini secara berkala. Jangan berpikir soal lama waktu yang Kita perlukan, tetapi jika Kita melakukan langkah-langkah seperti di atas secara berkala dan rutin setiap hari, maka ini secara tidak langsung akan menciptakan kebiasaan yang baik bagi anak sehingga memperbesar peluang juga anak akan tetap menerapkannya bahkan saat dia dewasa nanti. Jangan lupa berikan selingan dalam setiap pengajaran supaya anak tidak bosan, misalnya, hari ini Kita mengajar anak untuk membaca, besoknya Kita bisa mengajarinya menulis, lalu besoknya lagi Kita bisa mengajarinya untuk mengisi titik-titik atau meniru gambar sederhana seperti gari lurus atau garis melengkung yang telah Kita buat.
Nah, itu tadi adalah beberapa tahapan sebagai cara mengajari anak membaca tanpa mengeja. Cara tersebut memang seharusnya dilakukan setahap demi setahap. Cara ini dilakukan untuk menanamkan konsep membaca pada anak. Anak yang diajari membaca tanpa mengeja akan lebih cepat membaca kata secara utuh. Jangan berhenti untuk melatih dan mendampingi anak untuk belajar, kemudian, terus pantau perkembangan kemampuan anak sampai lancar. Selamat berjuang!

Ajarkan membaca dan mengeja secara terpisah. Karena membaca dan mengeja mempunyai metode pengajaran yang berlainan. Biarkan anak mendengarkan dan meniru apa yang kita bacakan kepada mereka tanpa mengeja. Lain waktu ajaklah anak untuk belajar mengeja suku kata, bukan per huruf. Dengan begitu anak akan memiliki pemahaman yang cukup baik untuk mengenal kata dari mengeja serta kalimat dari membaca.
Mengajari anak membaca harus dimulai secara bertahap ya Bunda. Sebagai langkah awalnya, Bunda bisa memperkenalkan huruf-huruf abjad kepada si kecil. Mintalah ia untuk mengucapkannya setelah Bunda. Lalu, ajarkan si kecil untuk menghafal urutan hurufnya, mulai dari A hingga Z. Tak perlu langsung semuanya, Bunda bisa mengajarinya menghafal 5 huruf setiap harinya.
Dan kalian juga bisa membaca Hizb Al-Bahr, Hizb Al-Kabir, Hizb as-Shaghir, dan begitu banyak salawat yang indah dan mereka yang mengetahui bahasa arab akan melihat betapa indahnya cara mereka menulis berbagai salawat ini. Itulah mengapa Awliyaullah mengatakan itu bukan milik mereka, bukan karangan dan tulisan mereka, tetapi mereka melihat Nabi (saw) datang kepada mereka dan mendiktekan semua salawat ini. Tidak mungkin bagi kami untuk dapat menulis dengan keagungan yang demikian indah. Jadi salawat ini adalah tiket kita untuk meninggalkan dunya ini, dan ketika kita meninggal dunya, maka ini adalah tiket kita untuk memasuki surga, Insya-Allah.
Untuk anak-anak gambar bakal menjadi hal yang menarik. Jadi bukan berarti karena mau belajar membaca, buku yang dipakai adalah buku tanpa gambar.  Anda salah besar jika melakukanya. Pilihlah buku dengan kualitas gambar yang menarik. Bila anak sudah tertarik dengan gambar di buku tersebut, secara otomatis anak akan dengan senang hati belajar membacanya.
Lakukan ini dengan amat pelan-pelan agar ia dapat memahami simbol yang tertera di atas kertas dengan lafal yang Anda keluarkan. Setiap perbedaan lafal berarti perbedaan identifikasi simbol. Perlahan ia akan memahami perbedaan arti simbol-simbol (huruf-huruf) ini, termasuk ketika mereka bertalian satu sama lain, merangkai kata yang merujuk definisi tertentu.
Anak akan lebih mudah mendapatkan pemahaman dengan bantuan gambar. Menurut pemerhati dan praktisi dunia anak, kreatifitas, pendidikan dan keluarga, Andi Yudha Asfandiyar, seperti yang dituangkan dalam buku Creative Parenting Today : Cara Praktis Memicu dan Memacu Kreativitas Anak Melalui Pola Asuh Kreatif. Ketika masih bayi, biarkan anak memegang, melihat bahkan menggigit buku. Beri anak kesempatan bermain-main dengan buku. selain itu ia juga menyebutkan Berikan buku-buku berilustrasi tanpa teks. Warna mencolok dan menarik akan merangsang minat untuk membaca, sekaligus membangkitkan rasa ingiin tahunya

Jika kemudian anak Kita berhasil menulis dan membaca dengan baik, jangan lupa untuk memberikan pujian pada anak dengan kata-kata dan ekspresi wajah yang manis. Mengapa ini penting? Karena pujian adalah salah satu cara yang efektif untuk mendorong semangat anak agar terus belajar. Sesekali Kita memberinya hadiah juga tidak masalah sebagai penghargaan atas keberhasilannya.

Sampah merupakan satu hal yang seakan menjadi pemandangan “wajib” saat banjir. Terutama di musim hujan seperti sekarang. Kesadaran masyarakat akan hidup bersih memang masih kurang sampai saat ini. Masih ada saja orang-orang yang begitu asyik membuang sampah ke sungai tanpa rasa bersalah. Untuk mencegah masalah ini berkelanjutan secara terus menerus perlu diawali dari langkah yang sederhana. Salah satunya mengajak si kecil untuk membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya. Kita ajak si kecil untuk membuang sampah pada tempatnya. #YukBacakanBuku "Aku belajar membuang sampah" dari Halo Balita. Semoga si kecil jadi tahu betapa pentingnya cinta terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.


Cara Mengajari Anak Membaca Tanpa Mengeja – Pada umumnya, orang tua sering bercerita kepada anak dengan membacakannya banyak buku bacaan dan buku  dongeng. Disinilah, timbul keinginan pada anak untuk bisa membaca seperti apa yang sering dilakukan orang tuanya. Anak belajar membaca bisa dengan berbagai cara. Salah satu yang sering digunakan adalah dengan “mengeja”. Namun, kebiasaan mengeja ternyata bisa membuat proses belajar membacanya menjadi lebih lambat. Maka perlu dilakukan cara lain yang lebih efektif untuk mengajari anak. Cara mengajari anak membaca tanpa mengeja bisa dilakukan dengan tahapan-tahapan berikut;
Kalau mahukan mereka minat membaca, bacakan buku pada anak-anak. Untuk anak sekecil 2-3 tahun, jika ibu-bapa selalu membaca buku ‘favourite’ mereka, jangan terkejut jika anak boleh hafal segala isi cerita dalam buku tersebut. Walaupun dengan pelat-pelat mereka, kita boleh mendengar butiran yang keluar dari mulut anak-anak. Tidak percaya? Cubalah dahulu.
Jika Rasulullah (saw) menerima doa kita, maka kita akan bisa melihat Nabi saw. Itulah sebabnya Nabi (saw) berkata, "man ziara qabri wajabat lahu syafa`ati". "Barangsiapa mengunjungi, menziarahi kuburanku, maka menjadi kewajiban bagiku untuk memberinya syafa'at ku". Jadi mereka yang mengunjungi Nabi Muhammad (saw) di Madinatul-Munawwarrah, artinya mereka telah memasuki surga karena raudah adalah gerbang surga.
Namun mengajari anak membaca bukanlah hal yang mudah dilakukan, para orangtua harus mempunyai kesabaran ekstra saat melakukannya, apalagi jika anak kita adalah tipe anak hiperaktif tentu akan butuh tenaga dan kesabaran yang lebih lagi. Karena ketika orangtua tidak memiliki kesabaran tentu ini akan bisa merusak mood anak dan yang ada sang anak malah akan sulit atau bahkan tidak mau untuk diajak belajar.

Jika kalian ingin mendapatkan hasil terbaik, maka jangan melakukan salawat sambil mengerjakan berbagai kesibukan lainnya, sambil menggunakan ponsel, melihat TV, internet dan melihat kanan dan kiri. Lakukanlah salawat dengan rasa cinta yang sejati. Meskipun demikian ketika kalian harus mengemudikan mobil dan kemudian ingatan kalian untuk menjaga salawat, hal ini diperbolehkan, dan jagalah lidah kalian untuk sibuk dengan salawat. Jika kalian dapat memfokuskan hatimu bersalawat bahkan bila hanya selama 5 atau 10 menit salawat, itu lebih baik. Dan itu merupakan penyebab terbesar untuk mencapai segala kebaikan dan segala sesuatu yang baik.

Jika anak tidak memiliki kekurangan atau hambatan seperti yang di atas, maka alasan yang terakhir yaitu cara pengajaran dari orangtua yang kurang tepat. Selama ini anak-anak sering ‘dipaksa’ untuk belajar dan dengan durasi yang cukup lama hingga berjam-jam. Namun, cara tersebut tidak efektif, malah membuat anak tertekan. Berikut beberapa faktor mengapa anak begitu sulit belajar membaca:

×