Terkadang orang tua langsung merasa down ketika mengetahui anaknya disleksia. Padahal bila ditangani dengan tepat dan melalui treatment yang sesuai, disleksia bukan akhir dari segalanya. Banyak tokoh-tokoh besar yang berhasil dan sukses walaupun menyandang disleksia. Di buku Right Brained Children in a Left Brained World disebutkan tokoh-tokoh seperti Albert Einstein, George S. Patton, William Butler Yeats adalah mereka yang terlambat membaca. Begitupula dengan Leonardo Da Vinci, ia baru mulai bisa membaca pada usia 12 tahun. Namun hal ini tidak menjadi halangan baginya untuk menjadi seorang ‘besar’ dengan profesinya sebagai arsitek, musisi, penulis, pematung dan pelukis Renaisans Italia. Salah satu lukisannya yang terkenal di seluruh dunia adalah Monalisa. Selain itu, mantan presiden Amerika George W. Bush serta aktor Tom Cruise adalah beberapa contoh orang-orang berprestasi yang menyandang disleksia.(Bunda Ranis)
Tanyakan soal cerita. Sama halnya saat Anda membacakan cerita untuk anak, setiap ia membaca, tanyakan apa yang telah dibacanya. Pada awalnya, mereka akan sulit berpikir kritis soal makna kata dan pembangunan karakter serta plot (atau hal-hal yang mirip pada cerita sederhana), namun seiring waktu mereka akan mengembangkan kemampuan untuk menjawab pertanyaan.
Terlalu lama belajar maka anak yang masih dini sudah biasa jika mereka akan mengalami kejenuhan dalam belajar. Ada kalanya pula anak akan bersikap menjengkelkan. Bangun mood anak baik kembali dengan mau sejenak bermain dengannya. Usahakan anak Anda menonton TV sesuai dengan dunianya dan terbatasi. 1-2 jam dalam sehari, menonton TV bagi anak sudah cukup.
Banyak buku yang ada mengenai teknik mengajari membaca. Ada yang melalui pendekatan gambar dengan kata-kata dibawahnya. Anak membaca huruf-huruf yang merupakan penulisan dari bunyi nama gambar tersebut. Misalnya, mengajari anak membaca k-u-d-a, dengan gambar seekor kuda. dan seterusnya, dan seterusnya. Istri saya tidak tertarik dengan teknik belajar membaca seperti ini.
Anak-anak biasanya akan lebih mudah memahami bacaan bila memakai alat bantu seperti spidol atau stabillo. Bagi para Ibu sebaiknya mencoba cara ini, cobalah untuk memakai spidol dengan warna yang berbeda agar anak lebih mudah membaca dengan benar sekaligus merupakan cara yang asyik dalam belajar membaca. Hal ini sekaligus bisa dipakai untuk mengajari anak dalam membedakan warna.
Mungkin dari kita ada yang pernah mendengar keluh kesah teman, saudara, tetangga atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengalami ketika anak usia SD terlambat dalam membaca, menulis dan berhitung. Melihat kondisi demikian, orang tua manapun tentunya akan khawatir, gelisah dan takut, apakah kondisi anaknya normal. Apalagi bila teman-teman seusia anaknya sudah bisa membaca, menulis dan berhitung. Sebagai orang tua biasanya juga akan merasa malu dan khawatir bila disangka orang mereka tidak bisa mengajarkan anaknya. Untuk kondisi psikis si anak itu sendiri juga terkadang menjadi hambatan, karena yang kerap terjadi si anak menjadi bahan ledekan teman-temannya.
Jangan sekali-sekali membentak anak jika ia belum bisa memahami pelajaran atau lambat dalam mengerti. Hal ini hanya akan membuat anak kehilangan fokus dan kehilangan mood untuk belajar. Yang ada perasaan anak menjadi tidak karuan karena dimarahi. Alhasil si anak pun juga akan lebih sulit dalam menerima pelajaran yang diberikan. Sikap keras yang ia dapatkan juga hanya akan menjadi penyebab anak melawan orang tua.
Hindari pengunaan kartu baca. Beberapa waktu lalu, beberapa perusahaan telah mengiklankan kartu baca khusus untuk membantu bayi, balita, dan anak dibawah usia sekolah belajar membaca. Namun kartu ini tidak membantu anak belajar membaca, melainkan hanya membantu anak mengasosiasikan baris (kata) tertentu dengan gambar yang berhubungan. Pada umumnya, kartu baca bukanlah teknik paling berguna atau efektif dalam proses belajar membaca. Hindari kartu baca, dan gantikan dengan teknik belajar seperti di bawah ini.
Putri saya kelas 1 SD, sekarang sh berusia hampir 8 th.putri saya bs membaca, tapi kadang membaca terbolak balik kata”nya.menulis pun jg sering salah, padahal setiap hari sdh dilatih menulis dgn cara d dikte per suku kata.dlm berhitung pun demikian, dy slalu lupa ketika harus d ulang 2/3 hari ke depan.jujur, saya stres memikirkan putri saya.bgung harus bagaimana????
Kalau terbiasa bawa anak ke shopping center jangan hanya mampir ke toko baju dan mainan. Ajarkan juga kebiasaan baik pada anak. Buat ia jatuh cinta pada buku. Mampirlah ke kedai buku. Biarkan ia melihat-lihat buku, siapa tahu ada yang disukai. Belikan. Tentu itu lebih baik ketimbang membelikan ia mainan yang tidak mendidik. Toh buku sampai kapanpun akan tetap bermanfaat bagi si anak.
“Ensiklopedi Bocah Muslim sangat komprehensif merepresentasikan cara berpikir ilmuwan Muslim yang tidak memisahkan sains dan agama. Mengangkat tema-tema yang diperlukan anak dalam membangun fondasi pengetahuan mereka. Disajikan dengan sangat menarik. Orangtua dapat menjadikan ensiklopedi ini sebagai referensi pembelajaran di rumah yang melengkapi pembelajaran di sekolah. Karena saya yakin, rumah dan sekolah memiliki peran yang sama penting dalam pendidikan. Alangkah mengasyikkan apabila semua keluarga memiliki referensi seperti Ensiklopedi Bocah Muslim.”
Rumah adalah surga bagi anak-anak. Di sanalah anak-anak memiliki ketenangan dan rasa nyaman. Tentu mengajari anak membaca di rumah adalah cara yang paling efektif dan menyenangkan. Mengingat itu bisa dilakukan setiap waktu. Tapi kalau caranya monoton dan biasa-biasa saja, anak bukanya cepat bisa membaca. Malah yang ada anak bakal cepat bosan dan tidak mau belajar. Nah, berikut beberapa cara mengajari anak membaca agar cepat bisa dan menyenangkan:
Pilihlah salah satu salawat yang kalian sukai. Namun Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs merekomendasikan kepada mereka yang datang kepadanya untuk membaca Salawat Tunjina : Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin, shalaatan tunjiina bihaa min jamii’il ahwaali wal aafaat, wataqdhi lanaa bihaa jamii ’al haajat, wa tuthahhirunaa bihaa min jamii-is-sayyi-at, wa tarfa’una bihaa ‘indaka a’lad darajaat, wa tuballighunaa bihaa aqshal ghaayat, min jami’il khayrati fil hayaati wa ba’dal mamaat.
Anda bisa melatih anak sejak dini untuk belajar membaca, agar kedepannya anak akan lebih mudah untuk membaca dan dilanjutkan dengan menulis. Jangan jadikan umur anak yang masih terlalu kecil, lantas Anda berpikir bahwa Anak belum saatnya untuk membaca dan menyerap ilmu. Anak dapat diajari membaca dan mengerti akan hurf atau kata apabila Anda tahu Cara mengajari anak belajar membaca secara tepat.

Anak akan lebih mudah mendapatkan pemahaman dengan bantuan gambar. Menurut pemerhati dan praktisi dunia anak, kreatifitas, pendidikan dan keluarga, Andi Yudha Asfandiyar, seperti yang dituangkan dalam buku Creative Parenting Today : Cara Praktis Memicu dan Memacu Kreativitas Anak Melalui Pola Asuh Kreatif. Ketika masih bayi, biarkan anak memegang, melihat bahkan menggigit buku. Beri anak kesempatan bermain-main dengan buku. selain itu ia juga menyebutkan Berikan buku-buku berilustrasi tanpa teks. Warna mencolok dan menarik akan merangsang minat untuk membaca, sekaligus membangkitkan rasa ingiin tahunya


Lakukan ini dengan amat pelan-pelan agar ia dapat memahami simbol yang tertera di atas kertas dengan lafal yang Anda keluarkan. Setiap perbedaan lafal berarti perbedaan identifikasi simbol. Perlahan ia akan memahami perbedaan arti simbol-simbol (huruf-huruf) ini, termasuk ketika mereka bertalian satu sama lain, merangkai kata yang merujuk definisi tertentu.
Setuju banget sama sharingnya, Mbak. Sy sudah 5 thn ini ngajar SD kelas 6 yg ikut UN. Kesulitan yg dihadapi murid-murid sy saat ngerjain soal2 bahasa indonesia adlh dlm membaca. Mereka tuh kebanyakan malas baca soal. Apalagi soal yg berbentuk teks atau narasi. Jd soal2 dibaca sepintas aja. Bagaimana mau mencari pokok pikiran, ide, atau gagasan dalam teks/narasi kl bacanya aja hanya sekedarnya. Belum lagi perbendaharaan kata2 yg kurang banyak. Jadi suka kesulitan kalo diminta mencari sinonim, antonim, atau mengartikan suatu kata dalam puisi. Dan itu sudah jadi gejala umum. Nggak heran, kl nilai UN bahasa Indonesia, baik tingkat SD sampai SMU paling kecil dibandingkan pelajaran lain. Saya sering tanya sama anak2 (murid), ternyata memang mereka ngga suka (ngga sering) baca buku. Jadi memang gemar baca buku itu penting banget ditumbuhkan sama anak2 kita
Cara mengajari anak menulis serta mebaca adalah sesuatu yang perlu kita perhatikan. Mengapa? Karena sekarang ini, anak-anak yang usianya sudah mulai memasuki Taman Kanak-Kanak (apalagi SD) akan dituntut untuk memiliki kemampuan menulis serta membaca yang baik. Kemampuan tersebut tidak akan begitu terasah jika orang tua hanya mengandalkan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di sekolah saja, sehingga orang tua pun memiiki PR supaya anak bisa melakukan 2 hal tersebut dengan baik.

Ingat dalam hal ini kita tidak perlu menjelaskan arti kata yang dibaca, namun cukup fokus pada pembacaan saja. Lakukan hal ini hanya sekitar 2 atau 3 detik saja, kemudian ambil kartu berikutnya dari belakang tumpukan dan selanjutnya lakukan persis seperti cara sebelumnya. Saat melakukan hal ini anda sebaiknya memperhatikan bagaimana ekspresi anak saat menirukan kata yang anda ucapkan, mana kata yang disukai dan mana yang kurang disukai.
Pelbagaikan nada suara semasa membaca buku bersama anak. Bacaan yang mendatar dengan satu nada sahaja akan membuatkan anak-anak cepat bosan. Anak-anak akan bersemangat untuk mendengar cerita sehingga tamat sekiranya ibu bapa menggunakan nada yang menarik dan membuat bunyi-bunyi yang berkaitan seperti bunyi singa, bunyi katak atau apa sahaja bunyi yang dapat menambahkan pemahaman dan menarik perhatian mereka.
Buat pesan singkat semacam surat kecil untuk anak. Kemudian selipkan di kamarnya atau tempelkan di pintu kamarnya. Tulis kalimat singkat penuh makna misalnya "Mama sayang kamu!", "Jangan nakal ya sayang!" Dan banyak lagi. Tulis kalimat tersebut dengan spidol berwarna terang dengan ukuran huruf cukup besar. Percayalah meski belum lancar membaca, dia akan berusaha membacanya minimal dengan mengejanya.

Itulah cara cepat belajar membaca dan menulis untuk anak yang bisa gurudigital.id sampaikan pada kesempatan kali ini. Tetapi, perlu Kita ketahui bahwasanya secepat apapun keinginan Kita agar anak memiliki 2 kemampuan tersebut dan metode apapun yang Kita gunakan, Kita harus tetap bersabar karena proses ini juga membutuhkan waktu untuk berhasil. Kita boleh menekan anak untuk terus berusaha, tetapi sebagai gantinya, berilah sesuatu yang bisa menyenangkan anak dan bisa lebih memotivasi anak untuk tetap semangat melakukannya. Semoga bermanfaat ya bapak/ibu.
Cara mengajari anak membaca dengan menyenangkan berikutnya tentu melibatkan anak dalam cerita yang kamu baca. Walau anak belum bisa membaca, begitu ia kamu libatkan dalam cerita yang sedang kamu baca. Maka ia akan tertarik dan antusias untuk mengetahuinya. Ajarkan cara membaca sedikit demi sedikit menggunakan cerita tersenut. Masa Kanak-kanan adalah masa terbaik untuk menerima pembelajaran.
Memasuki usia 2 tahun, ketertarikan anak pada benda-benda di sekelilingnya akan semakin meningkat. Mereka selalu ingin menyentuh apa saja yang terasa asing di matanya. Agar tersalurkan secara optimal, Bunda bisa mengenalkan mereka pada buku-buku bergambar. Setelah mengenal buku dengan lebih baik, secara bertahap Bunda bisa mulai mengajari anak membaca.

Apakah pernah terpikirkan olehmu, GenID, mengenai berapa tahun kamu sudah hidup hingga saat ini, dan apa yang sudah kamu berikan bagi orang lain? Nah, ini mungkin yang ada di benak Sopan Fitriani, salah seorang Peserta Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Di SDN 2 Terangun, Gayo Lues, Nanggroe Aceh Darusalam, Sopan mendapati kenyataan bahwa tidak semua siswanya sudah bisa lancer membaca dan menulis. Sebuah kenyataan yang mungkin tak terbayangkan bagi kita yang hidup di kota besar dan sudah mengenyam pendidikan yang memadai. Sopan pun tercengang mendapati lima siswanya belum lancar membaca dan menulis. Sebagai guru, tugasnya berat karena ternyata mereka belum pernah belajar membaca dan menulis sebelumnya.
Jangan berfikir bahwa pada usia 3-4 tahun terlalu cepat bagi anak untuk mempelajari hal yang sulit seperti membaca. Anda harus percaya bahwa seorang balita sehat mempunyai kemampuan dan kemauan untuk belajar yang tidak tertandingi. Anda pasti sering melihat anak-anak sudah pandai menirukan gaya bicara orang dewasa, menyanyikan lagu bahkan yang menakjubkan menjadi hafidz qur’an.

Mulailah memberikan cerita utuh kepada anak. Kemungkinan, anak Anda sudah bersekolah saat mereka dapat membaca, dan akan diberikan bahan bacaan oleh guru mereka. Bantulah mereka membaca keseluruhan cerita dengan menganjurkan penggunaan fonem eksplisit dan mengenali kosakata. Saat pengenalan kosakata mereka meningkat, mereka akan semakin dapat mengerti plot dan makna cerita.
Putri saya kelas 1 SD, sekarang sh berusia hampir 8 th.putri saya bs membaca, tapi kadang membaca terbolak balik kata”nya.menulis pun jg sering salah, padahal setiap hari sdh dilatih menulis dgn cara d dikte per suku kata.dlm berhitung pun demikian, dy slalu lupa ketika harus d ulang 2/3 hari ke depan.jujur, saya stres memikirkan putri saya.bgung harus bagaimana????

Kembangkan pengertian terhadap fonem. Salah satu hal yang penting dalam pelajaran membaca adalah pengenalan fonem. Dalam bahasa Inggris, ada 44 bunyi yang dihasilkan dari 26 huruf alfabet, dan setiap bunyi harus diajarkan bersamaan dengan huruf (atau gugus huruf) yang melambangkannya. Ini termasuk bunyi panjang dan pendek yang diciptakan oleh setiap huruf, dan suara yang ditimbulka oleh beberapa gugus huruf, seperti ch dan sh.


Alangkah baiknya Bunda menunda terlebih dulu untuk melatih anak dengan huruf dan abjad, lebih bagus pakai komponen terkecil dari huruf yakni kata-kata. Sebuah kata termasuk hal konkrit, serta juga huruf merupakan abstrak, anak akan gampang apabila dilatih dengan hal hal konkrit terutama bukan sesuatu yang abstrak yang akan membuatnya amat keras berpikir.
Sampaikan kepada si Kecil bahwa Mam tidak menyukai perilaku merengeknya. Sebelumnya pastikan si Kecil mengetahui apa yang dimaksud dengan merengek. Jelaskan bila si Kecil ingin meminta atau menanyakan sesuatu, harus disampaikan dengan bahasa dan intonasi suara yang baik. Mam dapat memberikan contoh perbandingan “jenis” suara yang baik dan tidak baik. Katakan juga bahwa Mam tidak akan menuruti kemauannya jika si Kecil tidak menyampaikan keinginannya dengan cara yang baik tadi.
×