Di jaman yang serba canggih sekarang ini, gadget pun bisa menjadi sarana kita dalam mengajari anak membaca, namun setiap orangtua harus bisa membatasi pemakaiannya. Dengan menggunakan gadget smartphone yang anda miliki anda bisa mengunduh beberapa aplikasi pembelajaran untuk anak. Dalam penggunaan gadget ini orangtua harus membatasi sesi waktunya karena ketika terlalu lama maka akan bisa memberikan dampak buruk pada anak seperti karena radiasi dari smartphone atau terangnya cahaya pada layar yang bisa membahayakan mata anak.

Melihat kondisi ini sebaiknya kita harus mempelajari sebab-sebab keterlambatannya, kemudian melakukan terapi sesuai keadaan yang dialaminya, sehingga masalahnya tidak semakin membesar. Hal ini untuk mencegah agar kondisi si anak tidak semakin memburuk jika penanganannya terlambat. Kondisi keterlambatan membaca, menulis dan berhitung ini dikenal dengan istilah disleksia.
Saya selalu percaya kalau belajar membaca itu tidak perlu diburu-buru, kalau masa peka anak sudah tiba, pasti akan mudah belajar membaca. Okay, that was a lie. Waktu Aira kecil, saya pernah membaca di satu buku yang mengaitkan soal golden age anak dengan belajar membaca, yang disimpulkan dengan kalimat: jadi … cepat, sebelum anak Anda berusia 5 tahun, ajari ia baca segera!
Jangan khawatir tentang tata bahasa pada saat ini. Anak-anak prasekolah, taman kanak-kanak, dan tingkat pertama sangat konkret dalam cara mereka berpikir dan tidak dapat menangani konsep rumit. Hal ini tidak diperlukan pada tahap ini untuk mengajarkan mereka tentang konsonan, vokal, suara panjang dan pendek dan semacamnya. Mereka dapat belajar membaca dengan baik tanpa aturan. Pada titik ini, Anda perlu berkonsentrasi hanya pada keterampilan mekanik membaca, belajar untuk memecahkan kode kata-kata baru dan menggabungkan mereka dalam memori dan menjadikan anak anda lancar dalam membaca.
Membaca merupakan ilmu yang wajib dilakukan sejak dini. Mengajarkan membaca pada Anak yang paling efektif ialah saat mereka berusia 4-5 tahun karena perkembangan otak yang mudah untuk diserap. Untuk itu diharapkan bagi orang tua agar selalu mempunyai cara kreatif dalam mengajari anak membaca, khususnya untuk anak-anak TK. Berikut tips tips yang akan diberikan:
Terminologi disleksia juga digunakan untuk merujuk kepada kehilangan kemampuan membaca pada seseorang dikarenakan akibat kerusakan pada otak. Disleksia pada tipe ini sering disebut sebagai Aleksia. Selain mempengaruhi kemampuan membaca dan menulis, disleksia ditengarai juga mempengaruhi kemampuan berbicara pada beberapa pengidapnya. Para peneliti menemukan disfungsi ini disebabkan oleh kondisi dari biokimia otak yang tidak stabil dan juga dalam beberapa hal akibat bawaan keturunan dari orang tua.
Jika belum, maka yang perlu dilakukan adalah melatih kemampuan motorik halusnya terlebih dahulu. Jangan buru-buru mengajarinya menuliskan huruf atau angka, tetapi ajarkan si kecil untuk terbiasa memegang alat tulis terlebih dulu. Atau ajarkan ia untuk terampil menggunakan otot-otot halusnya. Hal itu juga berguna untuk melatih kemampuan motorik tangannya ketika memegang alat tulis. 
Biarkan ia memiliki inisiatif untuk memulai membaca. ”Ketika anak-anak merasa nyaman dan santai, membaca cerita dengan suara yang keras kepada mereka dapat menurunkan tingkat stres mereka,” tulis Patti Jones dalam artikel di situs Child.com berjudul ”The Brainy Benefits of Bedtime Stories”. ”Dongeng sebelum tidur harus diceritakan dalam suasana santai,” sebut Sung.
Terlalu lama belajar maka anak yang masih dini sudah biasa jika mereka akan mengalami kejenuhan dalam belajar. Ada kalanya pula anak akan bersikap menjengkelkan. Bangun mood anak baik kembali dengan mau sejenak bermain dengannya. Usahakan anak Anda menonton TV sesuai dengan dunianya dan terbatasi. 1-2 jam dalam sehari, menonton TV bagi anak sudah cukup.
Orangtua dan orang dewasa di rumah harus mulai membudayakan komunikasi dengan bahasa ibu yaitu Bahasa Indonesia/Melayu. Bahasa Ibu yang didapatkan oleh anak akan bermanfaat untuk perkembangan karakter anak karena bahasa ini akan sering digunakan dalam interaksi sosial bersama lingkungannya, hal ini juga bermanfaat untuk menambah kosa kata anak dalam Bahasa Indonesia/ Melayu, sehingga anak lebih mudah dalam mengenal huruf dan kata karena sebelumnya sudah diperdengarkan terlebih dahulu.

Kini, si kecil telah mahir menyebutkan urutan huruf, juga jenis huruf vokal dan konsonan. Sebelum masuk ke tahapan ini, Bunda bisa mengulangi tahapan nomor 1 dan 2 hingga si kecil benar-benar menguasainya ya. Untuk tahapan ini, si kecil akan belajar bagaimana membaca kata demi kata. Bunda bisa membantunya mengeja huruf per huruf untuk memudahkannya.
Libatkan diri anda bila anak-anak anda sedang membaca. Bila mereka tanya, anda berikan jawapan. Ramai ibu bapa meninggalkan anak-anak bila mereka sudah pandai dan bijak membaca. Mereka lupa, bahawa pembacaan tanpa 'guru' boleh bawa kesesatan. Apabila di rumah, ketika anak-anak membaca, andalah guru mereka. Walaupun mungkin anda tidak faham apa yang mereka baca, hadirnya anda di samping mereka menunjukkan bahawa anda berminat nak tahu apa yang anak-anak sedang baca dan pelajari. Ini satu bentuk sokongan moral dan kasih sayang.
Kalo huruf, sudah mengenalkan sih, tapi memang pure sambil main dan nggak dipaksain. Nah, kemudian, karena memang sama kaya Puan, lebih senang beliin buku, makanya Langit juga lebih akrab sama buku. Akhir-akhir ini Langit punya cita-cita mau jadi detektif, kata bapaknya, kalau mau jadi detektif harus bisa baca, haha. Makanya dia lagi rajin mau belajar baca, hehehe..
Ketika kalian memuji dan bersalawat kepada Nabi (saw) setiap hari, maka kalian akan memiliki banyak rahasia untuk meningkatkan Rezeki kalian. Mereka bertanya berapa banyak salawaat yang harus kami lakukan. Anda tidak perlu menanyakan pertanyaan ini selama lidah kalian dibasahi oleh salawat, maka ketika kalian memuji Nabi (saw), maka rahasia-rahasia ini akan keluar semakin banyak dan semakin terang.
Pelbagaikan nada suara semasa membaca buku bersama anak. Bacaan yang mendatar dengan satu nada sahaja akan membuatkan anak-anak cepat bosan. Anak-anak akan bersemangat untuk mendengar cerita sehingga tamat sekiranya ibu bapa menggunakan nada yang menarik dan membuat bunyi-bunyi yang berkaitan seperti bunyi singa, bunyi katak atau apa sahaja bunyi yang dapat menambahkan pemahaman dan menarik perhatian mereka.
Atas apa alasan sekali pun, saya cadang cikgu stop dulu. Buat Lesson Plan untuk mengajar 1 kelas.. then execute. Bila habis kelas, buat penilaian & rumusan. InsyaAllah Pengajaran & Pembelajaran akan lebih hebat. Cikgu-cikgu boleh juga rujuk(ehem beli...) Buku Rancangan Tahunan Bacalah Anakku untuk membantu cikgu buat rancangan tahunan untuk pelajar 4, 5, 6 tahun dan juga pemulihan sekolah rendah.
×