Namun, masih banyak orang tua yang beranggapan bahwa mengajarkan anak membaca, menulis dan berhitung tidak perlu dilakukan sejak anak masih kecil. Karena efeknya dapat membuat anak stres akibat tekanan yang tidak sesuai dengan usianya. Hal tersebut memunculkan sebuah pertanyaan, hal-hal apa saja yang penting untuk diingat orang tua saat mengajari anak membaca, menulis dan berhitung?
Dari nol disini saya maksudkan sebagai awal mula anak masih berusia sekitar tiga atau empat tahunan. Dimana saat-saat seumuran itu merupakan momen tepat untuk mengajarkan anak membaca buku. Dalam pandangan mata saya, menurut saya anak seusia tersebut di Indonesia masih minim sekali terlatih gemar membaca sejak dini. Beda banget dengan negara maju yang sudah menggalakkan anak-anaknya untuk mau belajar membaca lebih cepat ketimbang di Indonesia. Pengupayaannya sudah pasti tak lepas dari kerja keras orang tua, yang selain akan mengeleskan anak-anaknya di sebuah playgroup atau meluangkan waktu untuk belajar membaca bersama anak-anaknya dengan berbagai macam cara.

Hi puan..ank saya pun guna kaedah phonics masa berumur 4 & 5thun di tadika A..bila umur 6thun saya pindahkan ank ke tadika B..di tadika B mengajar mnggunakan old style mengeja secara baku contoh..b..a..ba..b..u...bu....jadi die confius kt citu n blur..bila saya ajar cara phonics die akan ok..tp kdg2 trsasul jga baku nya..bgi saya ikut ohonics ank lebih cepat membaca..ank saya yg sulung 2thun sek guna kaedah phonics trus boleh baca lancar..baik bahasa melayu..english mahupun jawi..
Peran guru (prasekolah) adalah memperkenalkan sesuatu kepada anak dan menjadi jembatan. Hal ini mengingat, bahwa usia prasekolah tahap berfikirnya adalah tahap konkrit, dimana segala sesuatu itu harus ada contohnya. Misalnya, memberi contoh kerapihan, cara menyusun buku, membereskan mainan, dan lain sebagainya. Selain itu, guru juga perlu memahami usia perkembangan anak sebagai pedoman untuk membuat kurikulum.
Nah, itu tadi adalah beberapa tahapan sebagai cara mengajari anak membaca tanpa mengeja. Cara tersebut memang seharusnya dilakukan setahap demi setahap. Cara ini dilakukan untuk menanamkan konsep membaca pada anak. Anak yang diajari membaca tanpa mengeja akan lebih cepat membaca kata secara utuh. Jangan berhenti untuk melatih dan mendampingi anak untuk belajar, kemudian, terus pantau perkembangan kemampuan anak sampai lancar. Selamat berjuang!
Lulusan S1/S2 Teknik UI yang mengkhususkan diri mengembangkan Terapi Akademik Metode Rumah TCare untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Terapi Akademik bisa untuk anak Autis, ADHD, ADD, Hiperaktif, Asperger, Sindrom Down, Cerebral Palsy, Disleksia, Diskalkulia, Disgrafia dan lainnya. Modul terapi dari mewarnai, menulis, membaca, berhitung dasar, bahasa, matematika. Dari anak PG s/d SMA.
Walau bagaimana pun ada lagi guru-guru tadika yang mengajar Bacalah Anakku style zaman dolu(Penulis buku tak pernah say 'Yes' to this style). Cikgu panggil kanak-kanak one at a time untuk diajar , mungkin selama 5 minit sementara pelajar lain naik sheikh!! Cikgu oh cikgu, this is NOT teaching. Mungkinkah cikgu ni belum ikut kursus mengajar Bacalah Anakku? Atau mungkin terlalu selesa dengan style lama? Atau mungkin tak reti mengajar?
Jika dilihat, saya tidak menyamaratakan, ya. Beberapa temannya yang dulu lebih dulu bisa baca atau yang diikutkan les membaca, tidak sampai seperti Aira kesenangannya dalam membaca. Ada satu yang malah tidak senang membaca dan ibunya selalu kesulitan mempersiapkan si anak ketika mau ulangan. Jadi, kesimpulan sementara saya, lebih dini anak bisa membaca nggak ada hubungannya dengan tingkat kecerdasan mereka. Saya merasa membuat keputusan yang tepat untuk gak memaksa Aira belajar membaca. Walaupun memang tidak disengaja, sepertinya stimulus yang diberikan ke Aira melalui buku-buku pada waktu itu cukup tepat.

Metode ini tidak mengajarkan anak untuk membaca sebuah kata, tetapi mengajarkan membaca rangkaian huruf. Kita tidak mengajarkan untuk membaca kata "kuda", tetapi mengajarkan bagaimana membaca jika huruf s dirangkai dengen huruf u, s-u, kemudian di baca "su". Setelah anak mengerti dan hafal semua karakter huruf latin, bagaimana mengucapkannya, lama-lama anak akan belajar sebuah kesistematisan pembacaan, rangkaian huruf-huruf, terutama huruf konsonan yang dirangkai huruf vokal. Tepatnya, kemudian kita melatih secara perlahan-lahan, pembacaan rangkaian huruf, contoh  :
Cara mengajari anak membaca – Lima tahun pertama adalah masa emas tumbuh kembang anak. Baik dari segi fisik atau pun mental. Anda sebagai orang tua harus senantiasa mendampinginya dalam belajar segala hal. Mulai dari merangsang kecerdasan anak, mengasah keterampilan serta menyisipkan pelajaran akademik. Pada usia 4 tahun, anda bisa mulai mengajari anak membaca. Agar saat masuk sekolah nanti, sedikit banyak sudah memiliki bekal dalam menuntut ilmu.
Dan Grandsyaikh Abdullah Faiz ad-Daghestani qs berkata, "Aku akan memberikan salawat yang sederhana, cara yang paling sederhana, sebagaimana Nabi (saw) adalah manusia yang sangat sederhana dan rendah hati. Dan ada begitu banyak salawat yang kalian dapat membacanya, Hizb Al-Bahr, Hizb Al-Kabir dan Dalail khairat, tetapi dalam Naqsybandi awrad salawat itu sangat sederhana yaitu "Allahuma Shalli` ala Muhammadin wa alaa, aali Muhammadin wa sallim". Tetapi berusahalah untuk fokus dengan tingkat kehadiran hati yang lebih tinggi, rasakan seperti jika kalian memandang Nabi (saw) didepanmu. Jika Anda tidak dapat melihatnya, maka kalian bisa merasakannya.
Cara Mengajari Anak Membaca Tanpa Mengeja – Pada umumnya, orang tua sering bercerita kepada anak dengan membacakannya banyak buku bacaan dan buku  dongeng. Disinilah, timbul keinginan pada anak untuk bisa membaca seperti apa yang sering dilakukan orang tuanya. Anak belajar membaca bisa dengan berbagai cara. Salah satu yang sering digunakan adalah dengan “mengeja”. Namun, kebiasaan mengeja ternyata bisa membuat proses belajar membacanya menjadi lebih lambat. Maka perlu dilakukan cara lain yang lebih efektif untuk mengajari anak. Cara mengajari anak membaca tanpa mengeja bisa dilakukan dengan tahapan-tahapan berikut;
Melihat kondisi ini sebaiknya kita harus mempelajari sebab-sebab keterlambatannya, kemudian melakukan terapi sesuai keadaan yang dialaminya, sehingga masalahnya tidak semakin membesar. Hal ini untuk mencegah agar kondisi si anak tidak semakin memburuk jika penanganannya terlambat. Kondisi keterlambatan membaca, menulis dan berhitung ini dikenal dengan istilah disleksia.
Kartu baca bergambar biasanya adalah sesuatu yang sangat disukai oleh anak-anak. Sehingga dengan menggunakan bantuan kartu baca atau flash card diharapkan kegiatan belajar akan lebih menyenangkan. Jenis flash card sendiri ada banyak macamnya seperti misal yang berupa nama-nama buah, sayuran, hewan, angka dan lain sebagainya. Bukan hanya nama-nama objek benda atau makhluk hidup tertentu, saat ini flash card sudah banyak yang mengenalkan suku kata sehingga akan membuat anak bisa menjadi lebih mahir membaca.
Memahami mood anak sebelum memulai belajar adalah hal wajib yang harus diperhatikan oleh para orangtua. Jangan sampai ketika sang anak sedang marah, lapar, lelah atau mengantuk kita ajak untuk belajar. Dalam kondisi seperti ini tentu anak akan sulit bahkan tidak mau untuk diajak belajar. Belajar yang menyenangkan akan sangat bergantung pada mood anak.

Siapkan beberapa butir kacang hijau dan kacang kedelai. Juga dua buah gelas air mineral bekas, beri label pada masing-masing gelas plastik. Satu untuk kacang hijau, satu lagi untuk kacang kedelai. Ajak si kecil untuk memisahkan butiran kacang hijau dan kacang kedelai dan memasukkan ke tempat yang sudah disiapkan. Beri reward jika si kecil dapat dengan sabar dan teliti memisahkan kedunya. Bisa juga digunakan butiran yang lebih besar, misalkan kelereng. 
Banyaknya video pembelajaran terkait belajar angka, juga huruf yang beredar di pasaran lumayan membantu orang tua untuk melatih anak membaca . Disamping hal tersebut, permainan-permainan mengenai belajar membaca yang disertai gambar yang menarik pula banyak yang bisa diunduh lewat gadget Anda. Lewat media tersebut, akan hendak mau bisa menarik sebab belajarnya tak lagi monoton.
×