Kalau mahukan mereka minat membaca, bacakan buku pada anak-anak. Untuk anak sekecil 2-3 tahun, jika ibu-bapa selalu membaca buku ‘favourite’ mereka, jangan terkejut jika anak boleh hafal segala isi cerita dalam buku tersebut. Walaupun dengan pelat-pelat mereka, kita boleh mendengar butiran yang keluar dari mulut anak-anak. Tidak percaya? Cubalah dahulu.

Memahami mood anak sebelum memulai belajar adalah hal wajib yang harus diperhatikan oleh para orangtua. Jangan sampai ketika sang anak sedang marah, lapar, lelah atau mengantuk kita ajak untuk belajar. Dalam kondisi seperti ini tentu anak akan sulit bahkan tidak mau untuk diajak belajar. Belajar yang menyenangkan akan sangat bergantung pada mood anak.
Anak-anak di usia balita biasanya masih suka bermain. Justru dengan bermain inilah mereka bisa melatih dan menambah kepintarannya. Jadi sebaiknya orang tua juga memperhatikan permainan apa saja yang lebih baik dibeli untuk anak; bukan hanya sekedar memenuhi keinginan si anak yang ingin ini dan itu. Padahal sebenarnya mainan tersebut tidak memberikan nilai pembelajaran pada anak. Peran orang tua juga sangat penting untuk melatih...
Selain itu, pengenalan budaya sejak dini sangat penting karena sangat mendukung pengembangan motorik, seperti tarian daerah. Selain itu, seni drama juga dapat merangsang kemampuan berkomunikasi atau bermain peran. Anak terbiasa dilatih mengasah kemampuan individu, termasuk berkomunikasi dengan lingkungan. Seni pahat dan seni batik pun dapat melatih ketelitian dan konsentrasi.

Kita bisa menggunakan kata-kata seperti nama teman yang dimilikinya, nama bunga yang ada di halaman rumah, kegiatan yang dilakukan sehari-hari atau yang lainnya. Jangan berikan anak kosakata yang masih asing dalam kesehariannya karena itu akan membuatnya kesulitan untuk memahaminya. Selain itu, jika ada kemungkinan saat proses membaca anak ternyata tidak bisa melakukannya secara langsung, Kita bisa melakukannya dengan memintanya untuk belajar mengeja terlebih dahulu.
Hi puan..ank saya pun guna kaedah phonics masa berumur 4 & 5thun di tadika A..bila umur 6thun saya pindahkan ank ke tadika B..di tadika B mengajar mnggunakan old style mengeja secara baku contoh..b..a..ba..b..u...bu....jadi die confius kt citu n blur..bila saya ajar cara phonics die akan ok..tp kdg2 trsasul jga baku nya..bgi saya ikut ohonics ank lebih cepat membaca..ank saya yg sulung 2thun sek guna kaedah phonics trus boleh baca lancar..baik bahasa melayu..english mahupun jawi..
Sekarang ini Aira nggak nyaman membaca buku terjemahan. Maksudnya, jika penulis buku itu memang orang Indonesia, maka buku bahasa Indonesia, ya, nggak apa-apa, tapi jika aslinya bahasa Inggris, dia lebih senang membaca versi aslinya dibanding terjemahan. Harry Potter paling tebal dalam bahasa Inggris bisa selesai dibaca dalam 3-4 hari. Kalau lihat tebalnya buku bacaan Aira rasanya sudah pusing duluan. Ensiklopedia anak-anak dan umum juga dia baca, begitu juga buku-buku National Geographic. Beli buku di Periplus, belum sampai rumah sudah habis dibaca setengahnya. Untungnya dia suka membaca ulang buku-bukunya. Untuk mensiasati, perpustakaan jadi alternatif yang tepat untuk memenuhi reading-appetite Aira. Sementara saya dan si ayah bahagia luar biasa melihat si Little Ace dengan buku-bukunya.

Meski cara ini relatif adalah cara lama, menempel abjad ABC di dinding bakal menarik perhatian anak. Begitu mereka sudah tertarik, baru kamu ajarkan bagaimana cara membacanya. Apalagi abjad ABC sekang ini sudah di desain dengan sangat menarik. Kalau anak tidak tertarik, tempel pula beberapa gambar hewan dan buah. Gunakan itub  sebagai media yang menarik anak. Dekat dengan tempat bermain atau tempat tidurnya lebih baik.
Setelah anak terbiasa dengan suku kata berurutan, ajak anak untuk mulai memvariasi suku katanya. Anak bisa diajari membaca dengan penurunan konsonan B-Z pada suku kata seperti ba ca da fa, gi hi ji ki, dst. Jika anak mendapatkan kesulitan, bimbing anak dengan mengajaknya berpikir atau membacakan beberapa suku kata terlebih dahulu. Setelah anak bisa dan terbiasa dengan suku kata yang menurun, kita bisa mengajarinya suku kata lompat-lompat. Anda dapat menunjuk suku kata acak untuk dibaca, misalnya BU KU, BA JU, dst.
Kenalilah apa kesukaan anak Anda dalam dunia alam pikirannya. Apakah anak Anda suka kartun, suka mobil-mobilan atau suka bonekah Barbie. Dengan mengetahui kesukaan anak, kemungkinan besar Anda akan mendongengkan kisah sesuai dengan tema minat anak Anda tersebut yang kemudian akan mudah ditangkap oleh anak. Dengan rajin mendongengkan anak, sama juga Anda sudah melatih anak untuk dekat dengan buku! Apalagi jika Anda mau mempertanyakan isi cerita yang telah Anda dongengkan kepad anak, setiap kali mendengar mereka akan berusaha menyimak sejeli mungkin setiap Anda sedang bercerita. Demi bisa menjawab apa yang akan Anda pertanyakan kepada mereka nantiya.
Menggunting gambar-gambar yang ada di majalah bekas. Atau buatlah outline sebuah gambar yang sederhana dengan ukuran yang agak besar. Misalkan bentuk segitiga, kotak, atau lingkaran. Kemudian mintalah si kecil untuk menggunting mengikuti garis luar gambar tersebut. Setelah digunting, berikan pensil warna pada si kecil dan ajaklah ia untuk sama-sama mewarnai hasil guntingannya. Dengan cara itu, tangan si kecil akan terlatih untuk memegang pensil, dan pada saat belajar menggunting, koordinasi tangan dan matanya juga ikut dilatih.
Anak-anak di usia balita biasanya masih suka bermain. Justru dengan bermain inilah mereka bisa melatih dan menambah kepintarannya. Jadi sebaiknya orang tua juga memperhatikan permainan apa saja yang lebih baik dibeli untuk anak; bukan hanya sekedar memenuhi keinginan si anak yang ingin ini dan itu. Padahal sebenarnya mainan tersebut tidak memberikan nilai pembelajaran pada anak. Peran orang tua juga sangat penting untuk melatih...
2. Di setiap bukunya diawali dengan petunjuk untuk orangtua, tujuan dan caranya. Contoh buku Aku Bisa Makan Sendiri, disitu tertera Tujuan : Melatih anak untuk menyenangi dan mampu makan sendiri dengan berbagai macam makanan. Caranya : Memberi informasi yang tepat kpd anak mengenai makan sehat dan manfaat makanan bagi pertumbuhan mereka. Memberikan informasi kepada mengenai alat alat makan dan cara penggunaannya. Ciptakan situasi makan yang menyenangkan. Berikan kesempatan anak untuk turut serta memilih menu atau jenis makanan bagi keluarga. Hendaknya makanan disajikan semenarik mungkin. Berikan kesempatan anak untuk makan sendiri. Beri pujian apabila anak mampu makan sendiri.

Contohkan menulis saat mengajarkan anak Anda membaca. Membaca adalah prekursor penting untuk kemampuan menulis, namun saat kemampuan baca anak mulai maju, Anda perlu juga membantu mereka belajar menulis. Anak-anak belajar membaca lebih cepat dan mudah jika mereka belajar menulis di saat yang sama. Memori otot dari huruf, mendengar bunyinya, dan melihatnya dalam tulisan akan mempermudah mereka belajar. Jadi, ajari mereka menulis huruf dan kata.
Bacakan sebuah dongeng yang menarik, tetapi hal ini tidak terlalu efektif, jika anak anda adalah anak yang aktif dan efeknya akan cepat bosan dan tidak akan suka dengan diceritakan dongeng lagi, solusinya mengganti dongen yang ingin anda ceritakan menjadi sebuah film yang dapat ditonton oleh anak dengan subtitle yang membantu anak mendengar dan terpacu untuk membaca dengan bantuan subtile pada video

Aktivitas Della membuka lapak tikar di pesisir Bulusan bermula saat dia melihat jambore di Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba) pertengahan Januari kemarin. Dalam acara jambore tersebut, Rumah Literasi Banyuwangi (RLB) ikut serta mengenalkan diri untuk mengajak membuat rumah baca dan mengkampanyekan baca kepada semua orang. Termasuk kepada Della, yang hadir saat itu.
Anak biasanya suka tidur-tiduran di karpet. Maka ada baiknya jika karpet yang kamu pilih adalah karpet yang memiliki gambar tertentu yang menarik lengkap dengan keteranganya. Usahakan tulisan yang dimuat memiliki ukuran yang cukup besar dengan jenis font yang biasa saja. Dengan begitu, ketika anak tidur-tiduran di karpet, ia akan melihat tulisan dan gambar. Begitu ia tertarik dengan gambar, cobalah untuk melihat tulisan dan ajarkan bagaimana cara membacanya.

Pada hari pertama anda cukup memberinya kartu kategori A saja dan lakukan maksimal 3 kali. Pada hari kedua anda berikan kategori A sebanyak 3 kali dan kategori B sebanyak 3 kali juga. Untuk hari yang ketiga anda berikan tes semua kategorinya, misal kategori A diberikan 3 kali, kategori B 3 kali dan kategori C juga 3 kali. Untuk hari-hari selanjutnya maka dilakukan seperti pada hari ketiga.


Jangan sekali-sekali membentak anak jika ia belum bisa memahami pelajaran atau lambat dalam mengerti. Hal ini hanya akan membuat anak kehilangan fokus dan kehilangan mood untuk belajar. Yang ada perasaan anak menjadi tidak karuan karena dimarahi. Alhasil si anak pun juga akan lebih sulit dalam menerima pelajaran yang diberikan. Sikap keras yang ia dapatkan juga hanya akan menjadi penyebab anak melawan orang tua.
Gadget tak melulu memberi dampak negatif, sebab Anda bisa mendapat efek positif jika menggunakannya dengan bijak. Manfaatkan perangkat smartphone untuk membaca buku bersama Si Kecil. Sudah tersedia berbagai aplikasi yang menyediakan buku digital dan bisa dibaca melalui gadget secara langsung. Selain dibaca, Anda juga bisa mengajak Si Kecil mendengarkan audiobook atau cerita yang disampaikan oleh seseorang, dengan konsep seperti buku cerita.
Memasuki usia 2 tahun, ketertarikan anak pada benda-benda di sekelilingnya akan semakin meningkat. Mereka selalu ingin menyentuh apa saja yang terasa asing di matanya. Agar tersalurkan secara optimal, Bunda bisa mengenalkan mereka pada buku-buku bergambar. Setelah mengenal buku dengan lebih baik, secara bertahap Bunda bisa mulai mengajari anak membaca.

Memahami mood anak sebelum memulai belajar adalah hal wajib yang harus diperhatikan oleh para orangtua. Jangan sampai ketika sang anak sedang marah, lapar, lelah atau mengantuk kita ajak untuk belajar. Dalam kondisi seperti ini tentu anak akan sulit bahkan tidak mau untuk diajak belajar. Belajar yang menyenangkan akan sangat bergantung pada mood anak.
Dapatkah saya menyakiti anak saya dengan mulai belajar membaca sejak awal? Tentu saja tidak, tapi Anda dapat membantu secara signifikan. Studi yang dilakukan selama tiga puluh lima tahun terakhir menyimpulkan bahwa membaca awal memberikan anak keuntungan yang signifikan di sekolah. Anak-anak yang mulai membaca sebelum belajar mereka mendapat pelajaran tersebut di kelas akan mempertahankan keunggulan mereka dalam membaca dan pemahaman mereka. Pembaca awal juga mungkin lebih unggul dalam mata pelajaran akademis lainnya juga.

Menurut wikipedia bahasa Indonesia, disleksia adalah sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis. Pada umumnya keterbatasan ini hanya ditujukan pada kesulitan seseorang dalam membaca dan menulis, akan tetapi tidak terbatas dalam perkembangan kemampuan standar yang lain seperti kecerdasan, kemampuan menganalisa dan juga daya sensorik pada indera perasa.

Mengajari anak TK membaca harus mempunyai inisiatif yang berbeda. Salah satunya dengan mengajaknya ke tempat-tempat yang menarik contohnya di taman. Belajar tak selalu harus di dalam ruangan. Sesekali para Ibu bisa mengajak si anak bermain sambil belajar membaca. Cara seperti ini dipercaya akan mendorong semangat anak dalam belajar membaca karena berada di tempat yang baru. Untuk itu, ajaklah si anak belajar tidak hanya di dalam ruangan.
Askm Pn Zee. Kalau anak dah biasa dengan English Phonics sounds dan membaca perkataan B.Inggeris dengan cara 'blending' then membaca BM menggunakn Bacalah Annakku will b every easy.just take note huruf a,o,u,c mempunyai bunyi yg berbeza dlm BM. So bila start ngajar, review dulu bunyi2 ni. Pd peringkat awal bgtau , dlm BM, a bunyi /aa/, o, /o/, u, /uu/ dan c, /ceh/ as u teach using Bacalah Anakku. Quite normal utk dia keliru bunyi pada peringkat awal. My youngest son pun gitu juga. Just play it cool. Especially if he speaks English at home. Utk anak puan u will only need Bacalah Anakku. If nk ajar menulis then bole beli Buku aktiviti Fonetik Ekspres 1,2.
Mungkin dari kita ada yang pernah mendengar keluh kesah teman, saudara, tetangga atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengalami ketika anak usia SD terlambat dalam membaca, menulis dan berhitung. Melihat kondisi demikian, orang tua manapun tentunya akan khawatir, gelisah dan takut, apakah kondisi anaknya normal. Apalagi bila teman-teman seusia anaknya sudah bisa membaca, menulis dan berhitung. Sebagai orang tua biasanya juga akan merasa malu dan khawatir bila disangka orang mereka tidak bisa mengajarkan anaknya. Untuk kondisi psikis si anak itu sendiri juga terkadang menjadi hambatan, karena yang kerap terjadi si anak menjadi bahan ledekan teman-temannya.
Salam..saya guna kaedah ni sejak anak sulung, skrg anak saya dah 8 org, semua anak kecuali yg last ( 1 bulan ), guna kaedah ni. yg sulung dah 19 thn. Alhamdulillah, semua menjadi dengan kaedah ni kerana saya memang target sebelum naik djh satu, anak dah kuasai membaca. yg pasti, dengan bacaan English pun xdak masalah. Cuma satu saya nak tanya, Kaedah ni guna teori pembelajaran apa ya? Boleh saya buat panduan utk assignment kerana saya sangat bermminat dengan kaedah ni. Tq atas apa2 info yg diberikan.
Apakah pernah terpikirkan olehmu, GenID, mengenai berapa tahun kamu sudah hidup hingga saat ini, dan apa yang sudah kamu berikan bagi orang lain? Nah, ini mungkin yang ada di benak Sopan Fitriani, salah seorang Peserta Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Di SDN 2 Terangun, Gayo Lues, Nanggroe Aceh Darusalam, Sopan mendapati kenyataan bahwa tidak semua siswanya sudah bisa lancer membaca dan menulis. Sebuah kenyataan yang mungkin tak terbayangkan bagi kita yang hidup di kota besar dan sudah mengenyam pendidikan yang memadai. Sopan pun tercengang mendapati lima siswanya belum lancar membaca dan menulis. Sebagai guru, tugasnya berat karena ternyata mereka belum pernah belajar membaca dan menulis sebelumnya.
Saya berminat untuk gunakan kaedah ini untk mengajar anak saya membaca BM. Anak saya berusia 5thn. Dia sudah pandai membaca BI sejak berusia 41/2thn, dgn menggunakan kaedah phonics juga (dari website STARFALL). Pada waktu ini, dia boleh membaca perkataan-perkataan Melayu tetapi kadang-kala ada bunyi perkataan yang bunyi BI. Jadi saya ingin meminta nasihat sama bagaimanakah cara saya menggunakan produk Puan Nik dgn lebih efektif dan tidak ada interference daripd BI? Dan apakah produk-produk yang harus saya beli? Terima kasih.
Kalau terbiasa bawa anak ke shopping center jangan hanya mampir ke toko baju dan mainan. Ajarkan juga kebiasaan baik pada anak. Buat ia jatuh cinta pada buku. Mampirlah ke kedai buku. Biarkan ia melihat-lihat buku, siapa tahu ada yang disukai. Belikan. Tentu itu lebih baik ketimbang membelikan ia mainan yang tidak mendidik. Toh buku sampai kapanpun akan tetap bermanfaat bagi si anak.
×